News

Dua PLTU di Babel Hasilkan Puluhan Ton FABA per Hari, Bisa Dimantaatkan sebagai Material Bangunan

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdapat dua unit pembangkit listrik berbahan batu bara milik PLN. Yakni PLTU Air Anyir yang berada di Bangka dan PLTU Suge yang berada di Belitung.

Kedua PLTU tersebut menghasilkan limbah abu pembakaran batu bara atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), yang kini telah digunakan sebagai material untuk membangun rumah, jalan, hingga jembatan.

Produksi FABA di masing-masing PLTU tersebut lebih dari 20 ton per hari. PLTU Air Anyir menghasilkan 31-35 ton per hari, sedangkan PLTU Suge 21-25 ton per hari.

FABA merupakan hasil pembakaran batu bara dari PLTU yang digolongkan menjadi limbah non B3 terdaftar. Artinya, FABA tidak berbahaya, tidak beracun dan aman untuk dimanfaatkan.

General Manager (GM) PLN UIW Babel, Ajrun Karim menyebut, total stok FABA di Bangka Belitung total saat ini ada 100 ribuan ton.

“Fungsi dari FABA sendiri bisa dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan, di antaranya untuk pembuatan paving block atau batako, beton cor, stabilisasi lahan, pembenahan tanah, panel beton U-Ditch, bollard, tetrapod dan produk lainnya,” kata Ajrun kepada Bangkapos.com, Rabu (22/3/2023).

Pihak aang memanfaatkan FABA, kata Ajrun, sudah banyak, mulai dari masyarakat umum, pemerintah, akademisi, dan sebagainya.

Menurutnya, penanganan FABA menjadi perhatian bersama pemerintah dan PLN.

FABA yang bukan merupakan limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun), telah menjadi sumber daya ekonomi sirkuler untuk dioptimalkan bagi kemaslahatan bersama.

“Pemanfaatannya sudah banyak sekali, membangun jalan, rumah, sarana prasarana serta mendorong energi hijau untuk hidup yang lebih baik,” ujarnya.

Untuk dapat memperoleh FABA, lanjut Ajrun, masyarakat dapat mengambil secara gratis di lokasi PLTU terdekat.

Cukup dengan mengajukan surat permintaan FABA dan melengkapi persyaratan administrasinya.

“Semudah itu, gratis, tinggal datang membawa alat transportasi, kita siap bantu. Dan memang di Bangka dan Belitung memang sudah banyak digunakan masyarakat untuk pembuatan rumah,” tuturnya.

SUumber: (Bangkapos.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *