Indonesia Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Lokal Akhir Tahun Ini
Pertambangan

Indonesia Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Lokal Akhir Tahun Ini

Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) memastikan bahwa pihaknya telah menyiapkan pabrik baterai lokal. Nantinya pabrik baterai kendaraan listrik lokal tersebut bakal beroperasi pada akhir tahun ini.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Sekjen Periklindo Tenggono Chuandra Phoa saat wawancara eksklusif bersama Tempo.co di Kantor Staf Presiden. Kehadiran pabrik baterai kendaraan listrik lokal ini dapat membantu produsen mencapai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi.

Menurut dia, baterai kendaraan listrik itu sendiri sudah mencapai TKDN sebesar 35 persen. Dengan begitu, produsen yang menggunakan baterai lokal hanya membutuhkan 5 persen lagi agar bisa masuk dalam daftar motor listrik penerima insentif.

“Akhir tahun ini sudah ada produsen baterai Indonesia. Sudah dibangun dan lagi disiapin semuanya. Bahkan lebih cepat (persiapannya) dari CATL atau LG. Akhir tahun ini sudah keluar. Jadi motor-motor ini akan mencapai 40 persen. Tahun depan sudah makin banyak lagi,” kata dia kepada Tempo.co.

“Dan itu (produsen baterai) member kita. Di pameran (Periklindo Electric Vehicle Show/PEVS 2023) akan ikut. Baterai cell-nya bikin di sini dengan Gotion. Pertama kali akan diperkenalkan pada pameran PEVS,” tambah dia.

Sementara itu, Ketua Umum Periklindo Moeldoko juga menanggapi kehadiran pabrik baterai kendaraan listrik lokal baru ini. Dirinya mengatakan bahwa masyarakat nantinya bisa menilai sendiri apakah baterai buatan lokal itu punya kualitas tinggi atau tidak.

“Baterai itu yang pertama pasti kualitas, kualitas itu berkaitan dengan jarak tempuh. Berikutnya, beratnya, lalu kecepatan charging-nya. Yang kedua, jenisnya. Apakah (pabrik) yang dalam negeri ini bisa bersaing dengan poin-poin itu?,” ujar Moeldoko kepada Tempo.co.

“Karena saya kan tidak bisa memaksa (produsen) untuk harus membeli baterai dalam negeri. Tapi saya yakin kalau produk-produk dalam negeri ini baik, ngapain ngambil dari luar. Karena nanti akan mudah pasca jualnya, dan seterusnya,” tutup dia.

sumber: tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *